Definisi Tentang Asuransi Syariah

Asuransi syariah adalah usaha tolong menolong dan melindungi diantara para peserta melalui pembentukan kumpulan dana tabarru' (dana kebajikan) yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi resiko tertentu

Definisi Tentang Asuransi Syariah

Apa itu ASURANSI SYARIAH..

Asuransi syariah adalah usaha tolong menolong dan melindungi diantara para peserta melalui pembentukan kumpulan dana tabarru’ (dana kebajikan) yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi resiko tertentu

Konsep asuransi syariah adalah berbagi resiko (risk sharing) dimana iuran tabarru’ dari setiap peserta akan dikumpulkan ke dalam pooling dana tabarru’ yang akan digunakan untuk tolong menolong antara peserta yang mengalami musibah

Apa kelebihan Asuransi Syariah?

1. Tolong-menolong : berbuat baik kepada sesama yang mengalami musibah.

2. Adil : saling menguntungkan bagi seluruh pihak

3. Universal : tidak membeda-bedakan agama, keyakinan, ras, suku dan dapat dimiliki serta dipasarkann oleh semua orang.

 

Mengapa kita memerlukan asuransi syariah syariah?

• Asuransi Syariah dapat membantu mempersiapkan hari esok, baik bagi diri sendiri maupun keluarga kita. Kita juga dapat mengurangi resiko keuangan yang mungkin saja terjadi ketika menghadapi sakit, cacat, kecelakaan atau meninggal
• Asuransi Syariah juga dibutuhkan untuk memastikan anak anak, pasangan, dan keluarga kita tetap dapat melanjutka kehidupan.

 

Apa nilai tambah Asuransi Syariah?

Peserta berpeluang untuk mendapatkan surplus underwriting dana tabarru’ yang akan dibagikan setiap tahun.

 

Apa itu Surplus Underwriting?

Surplus underwriting merupakan selisih lebih dari total kontribusi peserta ke dalam dana tabarru’ setelah dikurangi pembayaran santunan/klaim.

Contoh kasus:

Pendapatan dana tabarru’ tahun 2017 terkumpul sebesar Rp. 10 Miliar dan pengeluaran dana tabarru’ sebesar Rp. 6 Miliar, maka jumlah surplus underwriting tahun 2017 adalah sebesar Rp. 4 Miliar.

Surplus Rp. 4 Miliar tersebut akan dibagikan kepada 3 (tiga) pihak, yaitu 60% kepada seluruh peserta yang berhak* secara prorata dan dimasukkan dalam dana investasi peserta, 20% lagi akan diberikan kepada perusahaan selaku pengelola

* Syarat peserta yang berhak mendapatkan surplus underwriting :

• Usia polis minimal 12 bulan

• Tidak ada klaim sepanjang tahun kalendar perhitungan surplus underwriting
• Polis inforce pada saat pembayaran surplus underwriting

 

Siapa saja yang mengawasi kegiatan operasional asuransi syariah?

Kegiatan operasional perusahaan/unit asuransi syariah diawasi oleh dua lembaga berikut untuk menjaga kesesuaian dengan peraturan OJK dan prinsip-prinsip syariah:

1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang merupakan lembaga pemerintah yang menyelenggarakan sistem peraturan dan perlindungan terhadap seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan.

2. Dewan Pengawas Syariah (DPS), merupakan orang-orang yang direkomendasikan oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN- MUI) untuk mengawasi kegiatan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) agar sesuai dengan ketentuan syariah.

 

Mengapa memilih untuk memasarkan produk asuransi syariah?

• Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia yang tersebar hampir merata di seluruh pulau di Indonesia. Potensi untuk melakukan perekrutan dan penjualan sangat besar sehingga peluang untuk sukses mengembangkan bisnis syariah pun besar.

• Penetrasi pasar asuransi syariah baru sekitar 6% dibandingkan asuransi konvensional. Ini tanda bahwa banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal dan memiliki asuransi syariah.

• Konsep tolong-menolong yang digunakan pada asuransi syariah sesuai dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia sehingga lebih mudah diterima dan dipahami

 

Asuransi syariah adalah usaha tolong menolong dan melindungi diantara para peserta melalui pembentukan kumpulan dana tabarru' (dana kebajikan) yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi resiko tertentu
Asuransi syariah adalah usaha tolong menolong dan melindungi diantara para peserta melalui pembentukan kumpulan dana tabarru’ (dana kebajikan) yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi resiko tertentu

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *