Asuransi Syariah Untuk Keluarga Indonesia Sejahtera

Asuransi Syariah Untuk Keluarga Indonesia Sejahtera

Asuransi Syariah Untuk Keluarga Indonesia Sejahtera

Banyak keluarga di Indonesia yang menginginkan memiliki asuransi untuk keluarganya. Tetapi karena di dalam agama Islam menyebutkan bahwa asuransi itu termasuk riba, maka banyak perusahaan Asuransi yang saat ini memiliki asuransi Syariah. Asuransi Syariah Untuk Keluarga Indonesia Sejahtera

Apa itu Asuransi Syariah?

Asuransi Syariah adalah Asuransi yang berdasarkan prinsip Syariah dengan usaha tolong menolong (ta’awuni) dan saling melindungi (takafuli) diantara para peserta melalui pembentukan kumpulan dana (Dana Tabarru’) yang dikelola sesuai prinsip Syariah untuk menghadapi resiko tertentu. Asuransi Syariah Untuk Keluarga Indonesia Sejahtera

Yang membedakan asuransi syariah dengan asuransi konvensional adalah dari akad asuransi. Akad asuransi syariah tidak boleh mengandung 3 hal, yaitu:

  1. Gharar (Tidak Jelas) yaitu contoh unsur yang tidak jelas dalam asuransi, walaupun uang pertanggungan sudah ditetapkan tetapi saat waktu penyerahaan uang pertanggungan kejadian meninggal atau sakit belum diketahui sehingga tidak jelas kapan. Posisinya adalah akad jual beli jadi Gharar, dalam Asuransi Syariah Akadnya bukan jual beli tetapi Akadnya HIBAH dan uang premi yang diserahkan sifatnya Sumbangan yang sudah diHibah dan Ikhlaskan itu menggugurkan unsur Gharar.
  2. Maysir (perjudian atau permainan untung-untungan)                            
    Contoh dalam asuransi, ada nasabah yang baru buka polis dan sudah menerima manfaat (untung) dan ada nasabah yang sudah lama membayar premi tetapi tidak kunjung menerima manfaat (rugi). Jadi Asuransi Syariah berazaskan Tabarru (sumbangan) dan Hibah (tolong-menolong) baik yang menolong maupun yang ditolong sama-sama diuntungkan, baik yang menyumbang maupun yang disumbangkan juga sama-sama IKHLAS. Apabila sesama peserta ada yang terkena musibah sakit / meninggal, dana yang dipakai adalah uang peserta. Misalkan dilingkungan Masjid ada kotak sumbangan dan terkumpul sejumlah dana. Apabila dilingkungan sekitar Masjid tersebut ada yang meninggal biasanya Masjid mengeluarkan sumbangan dari kotak sumbangan untuk orang tersebut yang terkena musibah. Jadi Asuransi Syariah menggugurkan unsur Maysir.
  3. Riba (keuntungan atau kelebihan pada pengembalian yang berbeda dari nilai aslinya, kelebihan ditentukan pada saat pinjaman dilakukan / membungakan uang).

    Dalam Asuransi Jiwa Syariah menjamin investasi BEBAS RIBA, karena saham diawasi oleh BEI (Bursa Efek Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keungan) dialamnya kurang lebih ada 1.000 emiten didalamnya, didalam 1.000 emiten tersebut didalamnya ada satu unsur namanya ISSI (Index Saham Syariah Indonesia) kurang lebih didalamnya ada 300 emiten,  selain ISSI diawasi oleh BEI dan OJK didalamnya diawasi oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) lagi, kenapa? Karena praktek-praktek didalamnya tersebut tidak boleh mengandung Gharar, Maysir dan Riba, jadi saham-saham yang masuk ISSI itu pasti adalah Halal karena diawasi dewan-dewan MUI, dan saham-saham Asuransi Syariah Allianz diletakkan di dalam ISSI dan satu lagi didalam ISSI dana ada namanya kurang lebih 30 saham JII (Jakarta Islamic Index) yang tingkat likuiditasnya besar.

    Baca Juga: https://allianz-syariah.com/allianz-tasbih-tabungan-haji-di-jakarta-pusat/

     

     

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *